Tafsir

Sort By:

Rp 2.050.000
Rp 1.537.500Rp 1.537.500

Tafsir Fi Zhilalil Qur'an 1 Set 13 Jilid

(Di Bawah Naungan Al Qur'an)

Detail

Judul  : Tafsir Fi Zhilalil Qur'an 1 Set 13 Jilid
Penulis  : Sayyid Quthb
Penerbit  : Robbani Press
Dimensi  :  15,5 x 24,5 cm, Hard Cover
Jumlah  : 13 Jilid 
ISBN : 979-907-861-X

Sinopsis 

Sayyid Quthb merampungkan tafsir ini di dalam penjara selama kurun waktu lebih dari sepuluh tahun, kemudian mengakhiri hidupnya di tiang gantungan sebagai syahid. Ia membayar keyakinannya dengan darahnya. Dan tafsir ini adalah lukisan keyakinannya. Ia adalah tafsir iman atas Al-Qur'an, kata adiknya, Muhammad Quthb.

Kelebihan tafsir ini antara lain:

  1. Membawa kita tenggelam sambil menyelami ilmu dan hikmah yang ada di dalam Al-Qur’an dengan penuh kenikmatan yang tidak mungkin digambarkan dengan kata-kata.
  2. Mengikat dan merajut ayat-ayat Al-Qur’an dengan Hadits Rasul Saw. serta Sirah Nabawiyah dan para Sahabatnya, kemudian dikaitkan dengan sitausi dan kondisi kekinian (waqi’).
  3. Kekuatan membangkitkan keyakinan (keimanan), optimisme pada rahmat dan pertolongan Allah dan rasa percaya diri sebagai umat terbaik yang Allah hadirkan ke atas bumi ini.
  4. Menggugah pikiran dan perasaan kita sehingga muncul berbagai inspirasi, ide, gagasan dan berbagai pertanyaan yang paralel dengan situasi dan kondisi yang kita lewati sekarang, sehingga kita memahami dengan tepat situasi dan kondisi tersebut dengan ide solusi yang jelas pula.
  5. Pencerahan yang luar biasa terkait hakikat Tuhan, manusia, kehidupan dunia, alam semesta, kehidupan akhirat, jahiliyah dan Islam.
  6. Penelaahan yang sangat luar biasa dalam hal hakikat Islam dan Jahiliyah, iman dan kufur, serta keunggulan manhaj (konsep) Islam dibandingkan dengan konsep jahiliyah, baik dulu maupun yang ada sekarang yang datang dari Barat maupun Timur.
  7. Bahasa yang digunakan karena Sayyid Qutb memang terkenal sebagai seorang penyair kawakan di zamannya dan bahkan beberapa syairnya sampai hari ini belum terkalahkan.

Tafsir ini merupakan rujukan terpercaya bagi aktivis islam. (K.H.DR. Mushlih Abdul Karim)

Fi-Zhilalil Qur'an, karya masterpiece sang Syahid Sayyid Qutbh ini adalah tafsir paling monumental abad 20. Tafsir ini ditulis dengan metodologi yang sama sekali baru dan mencoba menghadirkan Al-quran dengan semangat dan nuansa seperti ketika ia pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW, agar wahyu ini bekerja sebagaimana ia dahulu bekerja. (Anis Matta)

Fi-Zhilalil Quran merupakan karya monumental Sayyid Quthb, yang mampu membangkitkan kesadaran umat terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Quran dan menjadi referensi utama bagi aktivis islam. (Abu Ridha)

===============================

Untuk Pemesanan Hub :

Call/SMS : 0878787-234-90

atau

Email ke fatahillahstan@gmail.com

===============================

Tafsir Fii Zhilalil Qur’an : edisi Superluxs 12 Jilid

Detail

Judul  : Tafsir Fii Zhilalil Qur'an GIP 
Penulis  : Sayyid Quthb
Penerbit  : » Gema Insan Press 
Cover           : Hard Cover 12 Jilid

Sinopsis 

Sayyid Quthb merampungkan tafsir ini di dalam penjara selama kurun waktu lebih dari sepuluh tahun, kemudian mengakhiri hidupnya di tiang gantungan sebagai syahid. Ia membayar keyakinannya dengan darahnya. Dan tafsir ini adalah lukisan keyakinannya. Ia adalah tafsir iman atas Al-Qur’an, kata adiknya, Muhammad Quthb.

Pada dasarnya, semua karya ulama Islam yang mu’tamad (memenuhi persyaratan sehingga bisa dijadikan pegangan) sama hebatnya. Karya-karya mereka, khususnya dalam tafsir Al-Qur’an merupakan hasil interaksi mereka dengan Al-Qur’an secara intensif selama mereka hidup. Bahakan tidak jarang, pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an yang mendalam dan pengamalan isinya serta penyebaran nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara konsisten menyebabakan mereka menghadapi berbagai ujian, khususnya dari penguasa atau pihak-pihak yang menginginkan Al-Qur’an jauh dari kepala, hati, perasaan dan prilaku umat ini. Itulah yang dihadapi Sayyid Quthb, penulis tafsir Fii Zhilalil Qur’an yang merelakan hidupnya diakhiri di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser demi mempertahankan isi dan kemuliaan Al-Qur’an.

Sebab itu, semua tafsir karya ulama-ualama besara sepanjang sejarah memiliki kelebihan dan keistimewaan. Keistimewaan tersebut terletak pada konsentrasi dan permasalahan yang mereka tekankan sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi umat di zaman mereka masing masing.

Fii Zhilalil Qur’an juga demikian. Sayyid Quthb hidup di zaman penguasa-penguasa Islam yang amat zholim. Saking zholimnya, mereke memaksa umat ini hidup dengan sisitem jahiliyah yang mereka import dari Barat kolonialis yang notabene dibungkus ajaran Yahudi dan Nasrani yang jelas-jelas bertentangan dengan inti ajaran Al-Qur’an.

Di zaman Fii Zhilil Qur’an ditulis (sebagian besarnya ditulis Sayyid Quthb di Penjara Mesir), nyaris sulit membedakan antara al-Haq (kebenaran yang datang dari Alloh) dan al-Bathil (kebatilan yang datang dari manusia dan setan). Penjajah dengan segala pemikirannya menjadi tuan dan bahkan tuhan yang harus ditaati. Sednagkan penduduk negeri asli yang Muslim menjadi asing dan tamu di negeri sendiri. Antara Tauhid dan Syirik sudah nyaris tanpa beda. Antara iman dan kufur sudah tidak banyak lagi dibicarakan. Antara hati nurani, pikiran sehat dan hawa nafsu sudah samar. Antara carahaya dan kegelapan sudah tidak lagi menjadi perhatian. Bahkan antara Tuhan Pencipta (Alloh) dengan berhala-berhala yang disembah, baik dalam bentuk manusia, sistem hidup, tradisi nenek moyang, akal, ilmu pengetahuan, teknologi, patung, uang, jabatan dan sebagainya sudah tidak dihiraukan.

Bahkan, penguasa-penguasa dunia Islam saat itu dengan mudahnya memaksakan kepada umat ini untuk menerima dan mengakui yang hak menjadi batil, yang bathil menjadi hak, yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal. Lebih dari itu, ulama dan para aktivis dakwah yang menyuarakan al-Haq itu adalah Al-Haq dan al-Bathil itu adalah al-Bathil dimushi, dituduh dengan berbagai tuduhan yang mengerikan, lalu ditangkap, dipenjara dan bahkan Sayyid Quthb sendiri dibunuh di tiang gantung rezim Jamal Abdul Naser.

Dalam salah satu untaian syair, Sayyid Quthb bersenandung:

Saudaraku….. engkau bebas merdeka di balik jeruji besi…

Saudaraku…..

engkau bebas merdeka dengan belenggu ini…

Jika engkau benar-benar berlindung pada Allah….

maka tipu daya budak-budah itu tidak akan mencelakakanmu..

Saudarakau….

Jika kita mati, bebarati kita akan bertemu dengan para kekasih kita

(Rasul, Sahabat dan orang-orang sholih)

Taman syurgawi Robbku sudah disiapkan untuk kita…..

Dalam situasi dan kondisi seperti itulah Fii Zhilalil Qur’an ditulis dan disebarkan. Berkat taufiq dari Allah, sejak Fii Zhilal diterbitkan sampai hari ini, ia tetap menjadi rujukan berjuta-juta umat Islam dan bahkan oleh para ulama sendiri di seluruh penjuru dunia. Atau dengan kata lain, Fii Zhilal tetap menjadi best seller sejak diluncurkan sampai hari ini. Syaikh Abdulloh Azzam pada pertengahan 80-an pernah bercerita: Di Libanon, jika ada percetakan mulai bangkrut, para pemiliknya mencetak Fii Zhilalill Qur’an dan juga buku-buku Sayyid yang lain, maka percetakan tersebut terhindar dari kebangkrutan. Allohu Akbar….

Rp 1.300.000
Rp 1.040.000Rp 1.040.000

Kitab Tafsir Ibnu katsir (Pustaka Imam Syafi’i)

Detail

Judul  : Tafsir Ibnu katsir (Pustaka Imam Syafi’i)
Penulis      : Dr.’Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh
Penerbit : Pustaka Imam Syafi'i
Berat : 13 Kg
Jumlah : 10 Jilid Hard Cover
Ukuran  : 14 cm x 24 cm

Sinopsis 

  •  Jilid 1 : Al-Faatihah - Al-Baqarah   
  •  Jilid 2 : Ali 'Imran - An-Nisaa'  
  •  Jilid 3 : Al-Maa'idah - Al-A'raaf  
  •  Jilid 4 : Al-Anfaal - Yusuf  
  •  Jilid 5 : Ar-Ra'd - Maryam  
  •  Jilid 6 : Thahaa - Asy-Syu'araa'  
  •  Jilid 7 : An-Naml - Faathir  
  •  Jilid 8 : Yaasiin - Al-Ahqaaf  
  •  Jilid 9 : Muhammad - Al-Munaafiquun  
  •  Jilid 10 : At-Taghaabun - An-Naas  

Al-Hafizh ‘Imaduddin Abul Fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir (Ibnu Katsir) adalah salah seorang ulama yang telah berhasil melakukan kajian tafsir dengan sangat hati-hati serta dilengkapi dengan hadits-hadits dan riwayat-riwayat yang masyhur. Hal itu terbukti dengan ketelitiannya dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur-an yang mulia telah menjadikan kitab tafsirnya tersebut sebagai rujukan sekaligus bahan kajian bagi mayoritas kaum muslimin di seluruh dunia. Tidak diragukan lagi bahwa Tafsir Ibnu Katsir adalah salah satu kitab tafsir yang kandungan isinya tidak dibaurkan dengan ilmu lain.

Dengan demikian, tafsir ini diharapkan dapat mencapai tujuan yang tinggi dan mulia, yaitu menyampaikan maksud firman Allah Ta’ala melalui manhaj yang lurus dan valid serta jalan pemahaman ulama Salafush Shalih yaitu penafsiran al-Qur-an dengan al-Qur-an, penafsiran al-Qur-an dengan hadits, dengan merujuk kepada pendapat para ulama Salafush Shalih dari kalangan para Sahabat dan Tabi’in dengan konsep dan kaidah bahasa Arab. Lalu DR. ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh meringkas kitab ini dan memberi nama “Lubaabut Tafsiir”.

Dalam melakukan peringkasan kitab ini, beliau melihat cara terbaik adalah dengan membiarkan apa adanya kalimat-kalimat yang ditulis oleh Ibnu Katsir sendiri, dan menghilangkan beberapa hal yang dianggap tidak perlu, seperti cerita, hadits-hadits dha’if, dan lain sebagainya.

Setelah dilakukan peringkasan, beliau melakukan beberapa penambahan :

  1. Penafsiran tiga ayat dari surat al-Maidah. Nomor ayat-ayat tersebut adalah 97, 98, 99, dan akhir dari ayat 96.
  2. Mentakhrij lebih dari 300 hadits yang dikemukakan penulis tafsir ini (Ibnu Katsir) tanpa ada komentar darinya.
  3. Menisbatkan qira'at dan riwayatnya kepada para tokohnya secara rinci dan teliti, yang oleh penulis buku ini disampaikan secara ijmal (ringkas).
  4. Menafsirkan lafadz-lafadz yang ditulis dalam kitab ini yang sulit difahami maksudnya oleh para penuntut ilmu.
  5. Melakukan ralat terhadap sedikit kesalahan dalam kitab berkenaan dengan qira'at atau pun yang lain.
 
 
Tags : 
Rp 1.000.000
Rp 1.250.000Rp 1.250.000

Tafsir Ibnu Katsir Insan Kamil 10 Jilid

Sinopsis Buku Tafsir Ibnu Katsir Insan Kamil

.:: Tafsir Ibnu Katsir merupakan salah satu kitab tafsir yang paling banyak diterima dan tersebar di tengah ummat ini. Imam Ibnu Katsir telah menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyusunnya. Maka tidak mengherankan jika penafsiran beliau sangat kaya dengan riwayat, baik hadits maupun atsar. Bahkan, hampir seluruh hadits periwayatan dari Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah- dalam kitab Al Musnad tercantum dalam kitab tafsir ini. (Syaikh Sami bin Muhammad Salamah, dalam tahqiq beliau pada Kitab
Tafsir Al Quranul Adzim cet. Darul Thayibah 1420 H).

.:: Buku versi terjemah yang diterbitkan oleh Insan Kamil di akhir bulan Mei 2016 ini satu jilid lebih tebal dibandingkan cetakan penerbit yang lain, karena di dalamnya disertakan kaidah-kaidah tafsir Al-Qur’an yang disusun oleh Imam As-Sa’di. Dengan adanya kaidah-kaidah tersebut akan memudahkan pembaca untuk memahami tafsir secara utuh dan benar. Di dalam Tafsir Ibnu Katsir Insan Kamil turut disertakan juga Mukaddimah Ushûl Tafsîr Ibnu Taimiyyah yang telah disyarah oleh Syaikh Al-‘Allamah Ibnu Utsaimin. Dengan Mukaddimah ini akan menuntun pembaca untuk mengetahui metode penafsiran dan sejarahnya. Inilah yang menjadi titik pembeda, sehingga tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Tafsîr Al-Qur’ân Al-‘Azhîm yang ada di hadapan pembaca ini adalah cetakan terlengkap versi terjemah.

.:: Selain KEUNGGULAN itu, dalam cetakan Tafsir Ibnu Katsir Insan Kamil juga disematkan penjelasan Imam Al-‘Allamah Ahmad Syakir, sebagaimana dalam tahqiq Tafsîr Ath-Thabari. Lebih menariknya lagi, shahih dan dha’ifnya hadits dalam cetakan ini telah disandarkan pada kaidah hadits Imam Al-Albani. Dengan itu, diharapkan pembaca mendapat pengetahuan lebih mendalam; mana riwayat yang shahih, dan mana yang dha’if.

.:: Tidak hanya itu, buku yang beratnya mencapai 15 kg ini telah ditahqiq oleh 4 ulama:

Syaikh Ahmad Abdul Rabbi An-Nabi
Syaikh Muhammad ‘Ali
Syaikh Syarif ‘Abdullah, dan
Syaikh Aiman Nasyir.
.:: Jadi, sudah sepatutnya buku ini menjadi salah satu koleksi perpustakaan pribadi anda. Warisan ilmu pengetahuan yang takkan lekang oleh zaman. Buku Tafsir Ibnu Katsir Insan Kamil juga sangat cocok di jadikan wakaf, maupun mahar belahan hati; guna meraup pahala berlipat. Karena ilmu, merupakan satu dari tiga hal yang pahalanya tidak terputus; meski jasad telah menyatu dengan tanah.

.:: Kitab Tafsir Ibnu Katsir Insan Kamil ini terdiri dari 10 jilid, ukuran buku 17 x 24 cm dengan ketebalan rata-rata tiap jilidnya 800-1000 an halaman, dengan berat 15 kg.

tags: Insan Kamil, tafsir ibnu katsirTafsir Ibnu Katsir Insan Kamil

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Pengiriman dari Pondok Aren, Tangerang Selatan, 
CARA PEMESANAN
➤ [Judul Pesanan], Nama, Alamat Lengkap kirim ke
➤ PEMESANAN /WhatsApp/INBOX FB 
☎ Kang Dwi  ➡ Whasapp/LINE : 0878787.234.90 I BBM: D5DE4EA1
.


➤ Gabung ke Group whatsapp

TOKO BUKU Fatahilllahstan.com. KLIK INI
SIAP KIRIM ke seluruh Indonesia.

Alhamdulillah kami sudah melayani RIBUAN sahabat.

Rp 87.000
Rp 69.600Rp 69.600

Tafsir Juz Amma 

Detail

Judul  : Tafsir Juz Amma 
Penulis  : IBNU KATSIR
Penerbit  : Pustaka Azzam 
Isi : 478 Halaman
ISBN : 979-3002-387
Ukuran           : 16.5 x 24.5 x 2 cm 

Sinopsis

Seseorang tidak akan mungkin ingat dengan Al-Qur'an melainkan jika dia mengetahui maknanya. Karena orang yang tidak mengetahui makna sama dengan orang yang tidak membaca.Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, “Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al-Kitab, kecuali dongengan bohong belaka....”(Al-Baqarah: 78)

Dengan kata lain, hanya sekedar membaca saja. Oleh sebab itu, seharusnya bagi setiap Muslim antusias mengetahui makna Al-Qur'anul Karim sehingga mampu menyerap manfaat darinya dan menjadi orang yang mengikuti atsar para salaf. Mereka tidak melewati sepuluh ayat sebelum mereka mendalaminya dengan berbagai ilmu dan amal yang ada di dalamnya.Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah berkata,

“Seyogyanya bagi para penuntut ilmu antusias dalam setiap kesempatan berinteraksi dengan masyarakat umum untuk menyampaikan ayat dari Kitabullah, lalu menafsirkannya. Apalagi surat-surat yang banyak diulang pembacaannya bagi masyarakat seperti surat Al-Fatihah. Karena jika Anda bertanya kepada masyarakat mengenai makna Al-Fatihah, maka mereka kebanyakan tidak mengetahui sedikit pun.”

Tafsir Mutakhir 3 Surah Terakhir: Al-Ikhlâsh, Al-Falaq, An-Nâs

Detail 

Judul     : Tafsir Mutakhir 3 Surah Terakhir: Al-Ikhlâsh, Al-Falaq, An-Nâs
Penulis         : Achmad Chodjim
Penerbit : Serambi
isi : 900 Halaman
ISBN : 978-602-290-018-4
Ukuran  : 13 cm x 21 cm 

Sinopsis Buku : 

Al-IkhlâshAl-Ikhlâsh memandu kita menyusuri jalan menuju Yang Nyata, Al-Haqq, Sang Kebenaran Tunggal. Kita dibimbing untuk mengenali mana yang maya dan mana yang nyata. Pikiran kita pun dibuka untuk memahami makna pertolongan dan syafaat Tuhan yang selama ini kita damba. Sebab, tanpa kita mengenal jenis pertolongan itu secara benar, yang acap datang adalah pertolongan setan yang mesti kita jauhi.

Al-Falaq Al-Falaq adalah petunjuk bagi orang yang ingin meraih keselamatan. Petunjuk untuk berlindung kepada Tuhan dari berbagai kejahatan yang mengitari kita. Bentuk-bentuk perlindungan yang tersirat dalam surah “Subuh” ini dikupas secara kontekstual dan dipaparkan pula cara-cara mempraktikkannya secara aktual.

An-NâsAn-Nâs membawa Anda memasuki wilayah jin, setan, dan iblis: mendedahkan hakikat, peran, kediaman, dan daya-goda makhluk halus itu dalam diri kita. Untuk apa? Agar kita bisa keluar dari takhayul yang mengungkung kemerdekaan hidup kita. Supaya kita mampu menepis energi-energi negatif yang mereka tularkan. Agar singgasana Allah di dalam diri kita tetap suci senantiasa menjadi lokus kebaktian kita kepada-Nya.

// // //