Sains, Sosial dan Teknologi

Sort By:

Rp 65.000
Rp 52.000Rp 52.000

Dua Sisi Umar Bin Khaththab

Detail

Judul  : Dua Sisi Umar Bin Khaththab
Penulis  : Hepi Andi Bastoni
Penerbit  : Pustaka Al-Bustan
Isi  : -
ISBN : 978-979-1324-175
Ukuran         : 12 x 17 cm

Sinopsis :

Alhamdulillah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah saw, para sahabat, keluarga dan orang-orang yang mengikuti ajarannya hingga Hari Akhir nanti.

                Meneladani kehidupan para sahabat Nabi saw, ibarat menggali sumber mata air yang tak pernah kering. Ia terus mengucurkan air dan menghilangkan dahaga bagi orang-orang yang kehausan. Begitulah kehidupan orang-orang mulia di sekitar Nabi saw.

                Umar bin Khaththab adalah salah seorang dari mata air itu. Kian banyak buku ditulis, makin banyak keteladanan yang lahir. Umar mencerminkan sosok negarawan yang merakyat, ahli diplomasi yang sangat menghormati hak orang lain, seorang tokoh zuhud yang membenci kemiskinan, dan sahabat nabi yang berani tapi sering ditemukan menangis di keheningan malam. Pada diri Umar, tercermin dua sisi yang selalu dibutuhkan.

                Pada diri Umar benar-benar terangkum dua pribadi ‘berlawanan’. Misalnya, di satu sisi Umar dikenal dengan ketegasannya dan keberaniannya, yang juga ditunjang oleh kekuatan fisiknya. Di sisi lain, ia begitu lembut dan pernah pendapatnya dikalahkan oleh usulan seorang wanita tua. Di suatu waktu ia pernah memaafkan dan membatalkan hukum potong tangan bagi seorang pencuri lantaran ia melakukan perbuatannya karena terpaksa. Di kali lain, ia tetap mengeksekusi seorang pencuri yang tetap ngotot bahwa ia mencuri karena sudah ditakdirkan Allah. “Ya Umar, apakah Anda ingin melawan takdir Allah yang telah menetapkan saya sebagai pencuri?” kata pencuri itu. Dengan tegas Umar menjawab, “Ya, aku melawan takdir Allah untuk melakukan takdir Allah yang lain, yakni memotong tangan kamu!” Dan,

pencuri itu pun dipotong tangannya.

                Buku ini merupakan kumpulan tulisan berupa cuplikan kisah yang dianalisa dan dikaitkan dengan konteks kekinian. Bukan hanya bicara tentang pribadi Umar bin Khaththab tapi juga para sahabat Nabi saw yang lain. Melalui buku ini, kita akan belajar ketegasan dari sosok Abu Bakar ash-Shiddiq dalam membasmi pembangkang zakat dan nabi palsu. Meski dikenal lembut dan pemaaf, tapi dalam menghadapi orang-orang murtad, Abu Bakar tak memberi ampun.

                Kita juga akan bercermin pada sosok Bilal bin Rabah yang merangkum banyak sisi keteladanan: istiqamah, zuhud, ahli perang dan rendah hati. Betapa sempit pemahaman kita kalau menganggap Bilal semata sebagai seorang tukang adzan. Tak heran, dengan begitu banyak keutamaannya, hingga Bilal ‘mendahului’ Nabi saw masuk surga. “Wahai Bilal, aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di surga. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu," ujar Rasulullah saw kepada Bilal suatu ketika.

               

 Selain pada Umar, Abu Bakar dan Bilal, kita juga akan melihat penggalan kisah dari kehidupan Abdullah bin Amr bin Ash. Selain sebagai ahli ibadah, putra sahabat Nabi saw Amr bin Ash ini juga biasa menulis. Inilah yang membuatnya lebih dibanding Abu Hurairah. Ya, menulis. Kita mesti belajar menggalakkan tradisi menulis pada sahabat Nabi saw ini.

                Masih banyak pelajaran lain yang mengalir dari sejumlah sahabat Nabi saw yang terangkum dalam buku ini. Semua kisah ‘lama’ itu dikaitkan dengan konteks sekarang sehingga ia kembali menjadi ‘baru’.

                Pembaca, sebagian konten tulisan ini ada yang pernah dimuat di Majalah Islam Sabili dalam rubrik Ibroh. Selama tujuh tahun, penulis menggawangi rubrik tersebut. Namun karena tulisan yang pernah dan sudah lama dimuat di media, biasanya sering kehilangan konteks dengan perkembangan terbaru, maka sebagian tulisan tersebut penulis edit dan diperbarui dengan kondisi terkini agar tidak basi. Sebagian konten buku ini juga pernah mewarnai Majalah al-Mujtama’. Sama seperti yang pernah dimuat di majalah Sabili, tulisan yang bersumber dari majalah al-Mujtama’ pun penulis edit ulang dan disesuaikan seperlunya dengan konteks terbaru.

                Untuk itu, penulis sampaikan ungkapan terima kasih kepada rekan-rekan, baik di majalah Sabili maupun al-Mujtama’. Semoga keringat dan keikhlasan kita, dihitung sebagai pahala yang akan memberatkan timbangan ibadah kita di Hari Pembalasan nanti.

                Buat empat buah hatiku tercinta: Arini Farhana Kamila, Ahmad Syauqi Banna, Alya Syakira dan Wafi Biahdillah, semoga karya ini bisa menambah kebanggaan dan menambah keyakinan bahwa Abi kalian pernah ada di muka bumi ini. Buktinya, bukan semata batu nisan tapi karya tulis, buku ini.

                Untuk semua pihak, terima kasih atas segala partisipasinya. Selamat membaca.

Rp 49.000
Rp 41.650Rp 41.650

Tweet Sadiz Bikin Mringis

"Kumpulan Tweet Inspiratif Bikin Kamu Tambah Kreatif" 

Detail

Judul  : Tweet Sadiz Bikin Mringis !
Penulis : @Saptuari
Penerbit       : » MIZAN • 
Isi : -
ISBN : 978-602-9255-218
Ukuran : 14.5 x 20.5 cm

Sinopsis

Kata Ibumu, "udah ga usah neko-neko, pokoknya kulih trus kerja. Memang benar, tundalah kesenangan, fokus kuliah, lalu fokus jualan. Setelah lulus, bekerjalah untuk diri sendiri, bikin sistem sendiri, dan di perusahaan sendiri."

Siapa tak kenal Saptuari di dunia Twitter? Kata Jamil Azzaini, Saptuari adalah pembalap: pemuda berbadan gelap. Kata orang-orang lain, dia telah mempunyai segudang prestasi kegilaan yang bisa membuat banyak orang terinsiprasi mengikuti jejaknya (lah, gila kok diikuti toh?). Makanya, sampai buku ini dituliskan, Saptuari sudah memiliki 20.000 follower. Salah satu prestasi yang dia banggakan dari para follower-nya adalah mengumpulkan sedekah lewat Twitter dan sudah menembus angka satu miliar rupiah. Padahal kami ini saling kenalnya kebanyakan lewat Twitter saja.

Dia tak suka main-main dalam berusaha. Karenanya, dia pernah menjadi entrepreneur muda terbaik tahun 2007,  menyabet juara di Wirausaha Muda Mandiri Award. Sebagai pemilik usaha kaus Jogistgila di Yogyakarta, Saptuari punya semangat membara untuk mengompori para mahasiswa dan kaum muda untuk membangun usaha sejak muda.

Buku ini adalah kumpulan tweet Saptuari dan beberapa tulisan tambahan yang isinya mengompori dan menohok siapa pun untuk menjadi lebih baik dan menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi sesamanya

// // //