Renungan, Oase dan Kisah

Sort By:

Rp 43.000
Rp 34.400Rp 34.400

Al Qiyamah

Penulis : Sayyid Qutb
Tebal : 386 Halaman
Dimensi : 15,5 cm x 23, 5 cm
Berat : 500 gram

Sinopsis :

Kiamat dan Hari Pembalasan merupakan keyakinan yang berumur panjang; sepanjang perjalanan manusia di muka bumi. Tak ada yang mampu mengelak dari hari yang pasti tiba itu. Saat kengerian di hari itu kian dekat di pelupuk mata, menghindar adalah kemustahilan.

Bukan hanya sebagai kitab hukum-hukum Allah Ta’ala, bukan sekadar panduan hidup di dunia, al-Qur’an dihadirkan di depan manusi sekligus sebagai peringatan akan tibanya kiamat dan Hari Pembalasan. Sebab, ayat-ayat Al-Qur’an berisikan kabar tentang petunjuk selamat, pembalasan, kengerian, dan kenikmatan di alam akhirat.

Satu petunjuk penting di balik berita-berita hari yang pasti itu adalah adanya “keindahan” dalam ayat-ayat Allah Ta’ala. Bukan pekerjaan mudah membedah kengerian dan balasan di akhirat, dan pada saat yang sama menyigi kepaduan seni (sastrawi) dari ayat-ayat Illahi.

Namun, itulah metode yang ditempuh Sayyid Quthb saat mengkaji ayat-ayat kiamat dan Hari Pembalasan dalam Al-Qur’an. Tanpa banyak mengumbar kata, Sayyid Quthb mengajak kita untuk menyelami kengerian atau keindahan hari-hari yang pasti manusia tidak berdaya. Sebuah ajakan yang bisa disikapi sebagai petunjuk jalan di tengah karut-marutnya zaman; zaman yang kian mendekat pada: Al-Qiyamah!

Rp 59.000
Rp 50.150Rp 50.150

Dahsyatnya Ramalan Rasulullah

  • Judul         : Dahsyatnya Ramalan Rasulullah
  • Penulis     : Syaikh Musthafa Muhammad Abu al-Mu’athi
  • Penerbit  : Salamadani, Bandung
  • Halaman  : xvii+326
  • Cetakan  : Pertama, Mei 2012

Dalam sejumlah ayat, Allah SWT menyebutkan beberapa peristiwa yang akan terjadi pada masa depan. Terbukti, peristiwa itu benar-benar terjadi. 

Contohnya, janji Allah yang akan memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin saat Perang Badar dan mengenai ditaklukkannya kekaisaran Romawi.

Demikian pula dengan Rasulullah SAW. Dalam sejumlah kesempatan, Rasul sering menyebutkan beberapa peristiwa yang akan terjadi. Beberapa sabda Rasul itu diungkapkan dengan kata pembuka “Saya’ti zamanun ... (akan datang suatu masa ...).” 

Kata ini digunakan untuk menunjukkan bahwa peristiwa itu akan terjadi pada masa mendatang, bukan pada masa Rasul SAW. Akan tetapi, banyak pula hadis Nabi yang menyebutkan beberapa peristiwa pada zaman Rasul dan para sahabatnya.

Berbagai peristiwa itu terekam dengan baik dalam sejumlah hadis sahih yang diriwayatkan oleh ahli hadis yang tepercaya, seperti Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Abu Dawud. 

Hadis mengenai prediksi atau ramalan Rasulullah kemudian dipilah secara apik oleh Syaikh Musthafa Muhammad Abu al-Mu’athi dalam kitabnya “Nubuwwat ar-Rasul” yang diterjemahkan dengan judul “Dahsyatnya Ramalan Rasulullah” dan diterbitkan oleh Salamadani, Bandung.

Pengarang membagi pembahasan buku setebal 326 halaman ini dalam lima tema (bab) besar dengan 142 topik bahasan. Pada bab pertama, pengarang menempatkan kisah mengenai kondisi sahabat dan keluarga Rasul sebagai pembukanya.

Dalam bab pertama, dibahas tentang ramalan Nabi menyangkut kisah Umar yang diberikan ilham dan kesyahidannya. Lalu, ada kisah Ali bin Abi Thalib dan keluarganya setelah wafatnya beliau. Kemudian, ada kisah tentang keluarga terdekat Rasul, seperti Ibnu Abbas, Abu Dzar, dan Abu Hurairah. Juga, tentang nasib cucu Nabi, Hasan bin Ali yang menjadi pendamai umat Islam dan Husain bin Ali yang terbunuh. 

Selain itu, juga tentang Fatimah az-Zahra, sebagai orang pertama dari anggota keluarga beliau yang akan meninggal dunia setelah Rasulullah. Pengarang buku ini secara gamblang menuliskan prediksi tersebut berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh para perawi hadis terkemuka.

Pada bab kedua, pengarang menuliskan tentang penaklukan negeri-negeri dan terbunuhnya orang-orang kafir yang ter kemuka. Misalnya, tentang jatuhnya pembesar Quraisy di Perang Badar. Dalam bab ketiga, pengarang membahas tentang prediksi Rasul akan umatnya setelah beliau tiada. Dalam bab ini, di antaranya dibahas mengenai seruan azan yang dilakukan oleh orang-orang kecil, sementara orang-orang besar (elite) akan mempermasalahkannya dan bahkan membencinya.

Dalam bab keempat, dibahas tentang pemimpin atau penguasa sepeninggal Rasul SAW. Di antaranya, kepemimpinan para sahabat dan tabiin (orang sesudah sahabat). Dan, pada bab kelima, pengarang menempatkan tentang fitnah- fitnah yang akan dialami umat Islam dan ciri-ciri umat pada akhir zaman. Di antaranya, tentang turunnya Nabi Isa AS, kisah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, serta munculnya binatang melata.

Dengan berbagai prediksi Rasul yang sebagian besar sudah terbukti kebenarannya, buku ini sangat laik dibaca dan dimiliki oleh umat Islam sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan saat ini dan akan datang. Selain itu, kita juga bisa mengambil pelajaran melalui peristiwa-peristiwa yang sudah diramalkan itu agar dapat mempersiapkan diri menjadi lebih baik lagi. 

Habis
Rp 45.000
Rp 38.250Rp 38.250

Dialog Iblis dengan Para Nabi

Detail

Judul  : Dialog Iblis dengan Para Nabi
Penulis  : Aep Saepulloh Darusmanwiati, MA
Penerbit  : Penerbit Zaman
Halaman : 336 Halaman
ISBN : 9789790243293
Ukuran : 13 x 20,5 cm

Sinopsis 

Apa yang terjadi bila iblis berdialog dengan nabi? Sudikah iblis menyatakan tobat, lalu beriman kembali kepada Allah? Atau justru iblis malah kian menjadi-jadi dan tetap berniat menggoda manusia hingga hari penghabisan? Tahukah Anda bagaimana Iblis membuka rahasia tentang trik menggoda kita dan siapa saja yang amat disukai di antara manusia? 

Dengan kisah-kisah ringan dalam buku ini, Ustadz Aep menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Berbagai kisah terangkai dari soal moral dan ibadah hingga ihwal alam gaib dan alam kubur.  Namun, bukan sembarang cerita. Cerita-cerita itu diambil dari kitab-kitab klasik lagi otoritatif (muktabarah). Tak lupa, penulis mencantumkan referensi untuk dijadikan bahan kajian selanjutnya. 

Dari segi bentuk, kisah-kisah ini sangat pas untuk kondisi kekinian kita yang serba-sibuk. Pendek-pendek namun sarat makna. Dengan cerita, kita mendapatkan asupan gizi spiritual yang bisa mendekatkan kita kepada Allah. Tak pelak, 99 kisah dalam buku ini bisa menjadi penyegar iman, dan membimbing kita meraih rida-Nya.     

Hati itu cenderung cepat bosan, maka lipurlah ia dengan kisah dan hikmah.  

Hati mudah kesat oleh maksiat maka lembutkan ia dengan nasihat.

—Ibnu Mas′ud 

Habis
Rp 30.000
Rp 25.500Rp 25.500

Lantai-Lantai Kota

Detail 

Judul  : Lanrai-Lantai Kota
Penulis  : Muhammad Zuhri
Penerbit  : Penerbit Zaman 
Halaman  : 236 Halaman
ISBN : 9789790243255
Ukuran : 13 x 19 cm

Sinopsis 

“Selamat menemukan pencerahan bahwa memadukan rasa dan pikir akan membuat kalbu menjadi indah."

D. Zawawi Imran, penyair

"Buku ini dapat dipandang sebagai pelajaran cara membaca kehidupan sebagai pesan-pesan Allah. Dalam hiruk-pikuk kota besar metropolitan, pesan Allah tetap intens. Di sana dapat dibaca bagaimana Allah hadir dalam mengelola dan mengarahkan hamba-hamba-Nya, bahkan yang paling kafir sekalipun. Buku ini akan sangat membantu pembacanya dalam memahami cara menemukan dan berinteraksi dengan Tuhan melalui kenyataan "

Dr. Ravi Salim, Pemerhati Tasawuf dan Pembantu Rektor I Universitas Gunadarma

"Kiai Muhammad Zuhri memberi hidangan kisah-kisah yang menuntut pembaca untuk cerdas menyingkap mutiara-mutiara hikmah di dalamnya. Ada remang-remang yang harus dikuak agar pembaca menemukan pencerahan bahwa memadukan rasa dan pikir akan membuat kalbu menjadi indah."

D. Zawawi Imran, penyair

"Pak Muh adalah salah seorang yang mampu mengantarkan saya dari sebuah kosmos nilai ke kosmos nilai berikutnya. Ini sebuah cara berpikir, sebuah cara menyikapi kehidupan, sebuah cara memperhitungkan nilai-nilai—yang sebenarnya sekadar saya tirukan dari kandungan karya-karyanya."

Emha Ainun Najib, budayawan

"... bersih dari simbol-simbol yang ‘pekat’ sehingga esensi pesan yang disampaikan dapat lebih mudah kita terima dan sekaligus memberikan kenikmatan hati dan pikiran." 

Nadjib Kartapati Z., cerpenis

Rp 64.000
Rp 51.200Rp 51.200

Maaf Andakah Kekasih Allah

"Panduan Amalan Para Pencari Tuhan"

Detail

Judul : Maaf Andakah Kekasih Allah
Penulis  : Syaikh Fauzi Muhammad Abu Zaid
Penerbit        : Salamdani
Isi : -
ISBN : 978-6028-188180
Ukuran : 17 cm x 19 cm

Sinopsis 

Maaf, Anda benar-benar ingin mencintai Allah? 

Kalau Allah Swt. menerima cinta Anda, itulah hukum ketertarikan sejati (Law of Attraction). 

Bukan RAHASIA sehingga Anda bia melesatkan potensi insani. Syaikh Fauzi Muhammad Abu Zaid, penulis buku ini berbagi dengan Anda cara gamblang dan terang tentang ikhtiar mencari Allah Swt. dan mencintai-Nya. Tebarkan benih cinta Anda lewat buku ini

Habis
Rp 33.000
Rp 28.050Rp 28.050

Pesantren Dongeng

Detail

Judul  : Pesantren Dongeng
Penulis  : Awang Surya
Penerbit  : Penerbit Zaman 
Halaman  : 224 Halaman
ISBN : 9789790242708
Ukuran  : 13 x 19 cm

Sinopsis 

Merenung dan Tertawa Bersama Seorang Kiai dan Tiga Santrinya

    

Syahdan, di sebuah kampung kecil hiduplah seorang kiai bernama Mbah Sholeh. Oleh ketiga pemuda tanggung sekaligus santrinya bernama Sarimin, Madrais, dan Pardi ia dipanggil Kiai Sholeh. Kepada mereka sang kiai tidak mengajarkan kitab kuning, pelajaran tafsir maupun hadis. Tidak juga bahasa Arab dan seluk-beluknya. Kiai Sholeh hanya mendongeng. Itulah sebabnya ketiga santri Kiai Sholeh menyebut kegiatan mereka Pesantren Dongeng.

Di musala kecil yang terletak di sebelah rumahnya, hampir saban hari Kiai Sholeh mendongeng. Tak lupa pula sang kiai mengulas makna dan pesan dari dongeng yang baru dituturkannya. Terkadang pesan-pesannya diselipi ayat al-Quran atau kutipan hadis. Semua kisah yang dihadirkan sangat sesuai dengan kondisi kita sekarang ini. Dongeng-dongeng itu mengisahkan berbagai hal yang melekat dalam keseharian kita. Jadi, tentu banyak inspirasi yang bisa kita petik dari percakapan mereka.

Sembari mendengarkan dongengan sang kiai, ketiga santri akan berkomentar, bertanya, menyela, atau sekadar berceloteh. Kiai Sholeh hanya akan tersenyum, kadang tertawa, atau geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah polah santri-santrinya.

Namun kita pun dapat saja memperlakukan dongeng-dongeng tersebut sekadar sebagai cerita. Dan kita tidak akan kecewa, sebab dongeng-dongeng yang tersaji di buku ini, selain lucu juga bermutu.

Pujian:

Buku ini sangat menarik dan lebih mudah diresapi karena membahas masalah yang pelik dengan cara yang enteng-enteng saja.

—Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Pengasuh Konsultasi Kesehatan Harian Kompas

Buku ini menghadirkan potongan-potongan “puzzle” dongengan hidup beserta isinya. Penulis merajut semuanya menjadi gelaran papan kehidupan nan indah.... hadir, menyapa, menghidupkan lubuk jiwa.

—Heru Pudji Hartanto, Direktur Exist Consulting-Konsultan Motivasi dan Spiritual

Melalui buku ini Awang Surya menerbangkan kita kembali ke dalam indahnya tradisi dongeng. Tokoh Kiai Sholeh dan tiga santrinya hadir di depan kita dalam latar pedukuhan yang asri. Mereka hadir dengan polos dan kocak. Namun, justru dari kepolosan dan kekocakan itu mereka menabur mutiara-mutiara kearifan.  

—Darmaji, SSi. MT., Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Tanpa terkesan menggurui. Ceritanya mengalir, ringan, tapi mampu mengingatkan kita untuk selalu mawas dan tidak sekadar menjalani aktivitas harian sebagai rutinitas.

—Fithri Choirin Nisa, STP.  MP., Dosen Universitas Brawijaya, Malang

Dongeng dan humor dipilih penulis untuk masuk ke dunia nilai secara tersamar. Mengingatkan kita pada masa-masa kecil oleh dongeng nenek yang sampai saat ini terkenang melekat.

—Mohammad Nurfatoni, penulis Tuhan yang Terpenjara

Habis
Rp 30.000
Rp 25.500Rp 25.500

Sahabat-Sahabat Cilik Rasulullah

Kisah Indahnya Masa Kanak-kanak Bersama Nabi

Detail 

Judul  : Sahabat-Sahabat Cilik Rasulullah
Penulis  : Nizar Abazhah
Penerbit  : Penerbit Zaman
Halaman  : 220 Halaman 
ISBN : 9789790242593
Ukuran  : 13 x 20,5 cm

Sinopsis


Bagaimana Rasulullah saw. hidup dan bergaul bersama anak-anak? 

Bagaimana beliau menyambut saat mereka menghampiri? 

Bagaimana beliau bercanda dengan mereka?

Bagaimana Nabi mengasuh anak-anak tirinya, putra dan putri Ibunda Kaum Mukmin? 

Bagaimana Nabi mencurahkan kasih dan mendidik putra-putri sahabat?

Bagaimana beliau membimbing mereka yang mulai beranjak dewasa?

Inilah kisah bocah-bocah yang hidup dan melihat langsung Rasulullah. 

Inilah cerita unik masa kanak-kanak yang polos dan jernih dalam rangkaian sejarah harum kenabian.

Dengan memotret kehidupan Nabi bersama anak-anak, buku ini sejatinya menggambarkan bagaimana orangtua mesti bergaul dan memperlakukan anak-anak supaya kelak mereka menjadi pribadi-pribadi saleh dan cemerlang di tengah masyarakat. 

Diperkaya pula dengan hadis-hadis tentang anak-anak dan sikap Nabi terhadap mereka, serta seruan untuk para bapak dan ibu masa kini.

Pujian:

Kisah anak-anak para sahabat, terutama yang hidup pada masa Nabi, banyak yang hilang. Hanya segelintir yang tersisa. Namun, di balik yang sedikit itu tergambar begitu banyak hal. Sebuah buku yang menyuguhkan sejuta pencerahan. 

-K.H. Asy‘ari Khatib, penerjemah

Habis
Rp 67.500
Rp 57.375Rp 57.375

Sekolah Cinta Rasulullah

Kisah Suka Duka Generasi Muslim Pertama

Detail 

Judul  : Sekolah Cinta Rasulullah
Penulis  : Nizar Abazhah
Penerbit  : Penerbit Zaman 
Halaman  : 463 Halaman
ISBN : 9789790241831
Ukuran  : 13 x 20,5 cm

Sinopsis 

Inilah kisah persahabatan terhebat sepanjang sejarah. Inilah cermin hidup generasi yang dididik langsung dan lulus dari madrasah Rasulullah. Dari generasi ini lahir pemimpin cemerlang, mujahid gigih, penguasa adil yang berhasil mengalami lompatan peradaban yang belum pernah ada sebelumnya.

  • Bagaimana kondisi generasi muslim pertama, para sahabat Rasulullah saw.? 
  • Bagaimana mereka satu per satu jatuh hati pada Nabi dan ajarannya yang suci? 
  • Bagaimana Rasul mengajar hingga hati mereka bergetar untuk menerima ajaran yang benar? 
  • Bagaimana Rasulullah menyikapi para sahabat yang watak dan perilaku mereka berbeda-beda? 
  • Bagaimana mereka tumbuh di Mekah lewat tantangan demi tantangan yang teramat berat? 
  • Bagaimana mereka hidup di Madinah ketika semua orang musyrik Arab memusuhi mereka? 
  • Bagaimana Nabi mengubah kesetiaan kepada kelompok menjadi kesetiaan kepada Islam? 
  • Bagaimana kesadaran mereka ditempa hingga peradaban gemilang tercipta?

Para wisudawan sekolah cinta Rasulullah  ini direkam indah Al-Quran: ... Allah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan dari-Nya. Mereka dimasukkan-Nya ke surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, golongan Allah itulah yang beruntung.” (al-Mujadilah: 22)

Masihkah Anda ragu menyimak buku ini setelah Nabi saw. bersabda, "Para sahabatku bagaikan bintang-gemintang. Teladani siapa pun di antara mereka, niscaya kau dapat petunjuk?"

Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu

Detail

Judul  : Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu
Penulis : Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Penerbit  : Darul Falah
Jumlah Halaman  : 468 Halaman
Jenis Cover            : Soft Cover

Sinopsis

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah hidup pada abad ke-8 Hijriah. Terkenal sebagai ulama shalih dan guru yang shalih pula. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ia seorang ahli hukum Islam dan psikolog yang pakar mengenai cinta. Dalam buku Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu ini, kita diajak menyelami problematika cinta dan rindu serta seluk beluknya. Dengan kajian yang utuh dan jauh dari syubhat, beliau mampu menampilkan hakikat fitrah cinta 2 anak manusia yang berlainan jenis. Di antaranya ia berkata, “Cinta merupakan cermin bagi seseorang yang sedang jatuh cinta untuk mengetahui watak dan kelemah-lembutan dirinya dalam citra kekasihnya. Karena sebenarnya, ia tidak jatuh cinta kecuali terhadap dirinya sendiri.”

Buku ini layak dikonsumsi semua jenjang usia. Sangat membantu dalam urusan agama yang dapat mendatangkan kemaslahatan di dunia dan di akhirat. Di antara dua puluh sembilan bab bahasan, dibicarakan tentang istilah-istilah cinta dan tanda-tandanya, pembagian-pembagian cinta serta motif-motifnya, hukum-hukum dan kaitan-kaitannya, cinta yang benar dan cinta yang merusak. Yang kesemuanya didukung dengan butir-butir tafsir ayat, hadits-hadits Nabawi, masalah-masalah fiqih, atsar orang-orang salaf, syair dan gejala-gejala alam, sehingga diharapkan bisa memberikan kepuasan bagi pembaca dan pesona bagi yang melihatnya.

Habis
Rp 25.000
Rp 21.250Rp 21.250

Ya Allah, Kenapa Aku Diuji

Detail

Judul  : Ya Allah, Kenapa Aku Diuji
Penulis  : Ibnu Qayyim al-Jauziyah
Penerbit  : Penerbit Zaman
Jenis Cover  : Soft Cover
ISBN  : 9789790242319
Ukuran : 13 x 19 cm

Sinopsis 

Rahasia mahapenting untuk menyikapi kenyataan dan menjemput pertolongan Allah 

KENAPA AKU DIUJI?

KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG KUIDAM-IDAMKAN?

KENAPA UJIAN SEBERAT INI? AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?

Pernahkah Anda mendengar orang merintih, “Ya Allah, apa dosaku hingga Engkau melakukan ini kepadaku?!”

Ada pula yang bertanya: “Kenapa orang baik-baik kadang hidupnya sengsara dan orang bejat malah bergelimang nikmat?”

Hidup memang tidak selalu mudah untuk dilalui.  Tetapi, para nabi dan orang-orang arif telah memberi contoh bahwa mereka bisa menghadapi hidup dan melewati kesulitannya dengan sebaik-baiknya. Apa rahasia kesuksesan mereka?  Apa yang kita perlukan agar lulus dalam setiap ujian dan cobaan hidup?

Menurut Al-Quran, cobaan berlaku kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja (QS 29: 1-3). Tak ada tempat di dunia ini yang  bisa melindungi kita dari cobaan hidup. Allah Maha Melihat dan Maha Memberikan pelajaran. Cobaan hidup juga merupakan salah satu cara mempersiapkan kita menerima kenikmatan yang jauh lebih besar. Kesadaran inilah yang mengubah peristiwa paling menyakitkan sekalipun menjadi momen emas pembelajaran.

Bagian kedua buku ini menyuguhkan KAMUS BAHAGIA—30 rahasia hidup lebih nyaman, tenteram, dan damai  dari Dr. Al-Qarni. Penulis La Tahzan ini membantu kita menyarikan dari puluhan buku tentang kebahagiaan.  Buku ini laksana ranting pohon kemangi—tutur beliau--ringan dibawa, harum semerbak, bisa diletakkan di laci meja atau di samping bantal. Layaknya kamus, ia bisa dirujuk kapan saja dan di mana saja. 

// // //