Salim A Fillah

Sort By:

Rp 36.000
Rp 28.800Rp 28.800

Agar Bidadari cemburu Padamu

Setangkai Cinderahati untuk Wanita Shalihah pendamba Surga

Detail

Judul  : Agar Bidadari Cemburu Padamu
Penulis  : Salim A. Fillah
Penerbit  :  » Pro-U Media
Isi : 280 Halaman 
ISBN : 979-981-5118
Ukuran : 14 x 20 cm

Sinopsis 

Buku ini hadir untuk wanita yang ingin menghadirkan atmosfer surga dalam setiap hirup nafasnya. Yang muda maupun yang telah kaya pengalaman hidup. Yang sudah mendampingi dan didampingi, juga yang sedang menanti. Agar bidadari cemburu padamu.

Lalu para lelaki? Seharusnya mereka juga tahu bagaimana memperlakukan wanita dengan keadilan syari’at Allah. Menjaga tanpa mengekang, menghormati kebebasan namun tetap melindungi, serta memberikan rasa nyaman sekaligus rasa aman. Ia, menjadikannya rusuk kiri. Dekat ke tangan untuk dilindungi, dekat ke hati untuk dicintai. Nah, buku ini Insya Allah membantu kita, memahami ‘sang kawan perjalanan.

 

Habis
Rp 47.000
Rp 37.600Rp 37.600

Agar Bidadari Cemburu Padamu (Hard Cover)

Detail

Judul  : Agar Bidadari Cemburu Padamu (Hard Cover)
Penulis          :  Salim A. Fillah
Penerbit  : » Pro-U Media
Isi : 280 Halaman
Dimensi      : 14 x 20 cm

Sinopsis 

Buku ini hadir untuk wanita yang ingin menghadirkan atmosfer surga dalam setiap hirup nafasnya. Yang muda maupun yang telah kaya pengalaman hidup. Yang sudah mendampingi dan didampingi, juga yang sedang menanti. Agar bidadari cemburu padamu.

Lalu para lelaki? Seharusnya mereka juga tahu bagaimana memperlakukan wanita dengan keadilan syari’at Allah. Menjaga tanpa mengekang, menghormati kebebasan namun tetap melindungi, serta memberikan rasa nyaman sekaligus rasa aman. Ia, menjadikannya rusuk kiri. Dekat ke tangan untuk dilindungi, dekat ke hati untuk dicintai. Nah, buku ini Insya Allah membantu kita, memahami ‘sang kawan perjalanan.

Rp 110.000
Rp 88.000Rp 88.000

Bahagia Merayakan Cinta Edisi Hardcover

Detail

Judul  : Bahagianya Merayakan Cinta
Penulis  : Salim A. Fillah
Penerbit  : Pro-U Media 
ISBN : 9789791273855
Halaman  : 544 Halaman 
Dimensi : 15,5 x 23,5 cm

Sinopsis 

Saat mereka mendoakan,” Baarakallahu laka….”. Kubisikkan padamu,” Cintamu, sehangat ciuman bidadari…”. Kau menjawab,” Ada barakah di kala bidadari cemburu padamu.”

Ketika mereka meminta lagi pada Allah, “Wa baarakallahu ‘alaika…”. Lirikanmu menyelisik hatiku, “ Dalam badai, dekap aku lebih erat!”. “Bersama barakah, masalah akan menguatkan jalinan”, begitu kau kuyakinkan.

Lalu mereka menutup,” Wa jama’a bainakuma fii khaiir…”. Maka tangan kita saling berpaut dan jemarinya menyatu, “ Genggam tanganku, rasakan kekuatan cinta!” Maka sempurnalah tiga perayaan cinta.

Di saat apapun barakah itu membawa kebahagiaan. Sebuah letup kegembiraan di hati, kelapangan di dada, kejernihan di akal, dan rasa nikmat di jasad. Barakah itu memberi suasana lain dan mencurahkan keceriaan musim semi, apapun masalah yang sedang membadai rumah tangga kita. Barakah itu membawakan senyum meski air mata menitik-nitik. Barakah itu menyergapkan rindu di tengah kejengkelan. Berakah itu menyediakan rengkuhan dan belaian lembut di saat dada kita sesak oleh masalah.

Baarakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta.

Rp 86.000
Rp 68.800Rp 68.800

Bahagia Merayakan Cinta Edisi Hardcover

Detail

Judul  : Bahagianya Merayakan Cinta
Penulis  : Salim A. Fillah
Penerbit  : Pro-U Media 
ISBN : 9789791273855
Halaman  : 544 Halaman 
Dimensi : 15,5 x 23,5 cm

Sinopsis 

Saat mereka mendoakan,” Baarakallahu laka….”. Kubisikkan padamu,” Cintamu, sehangat ciuman bidadari…”. Kau menjawab,” Ada barakah di kala bidadari cemburu padamu.”

Ketika mereka meminta lagi pada Allah, “Wa baarakallahu ‘alaika…”. Lirikanmu menyelisik hatiku, “ Dalam badai, dekap aku lebih erat!”. “Bersama barakah, masalah akan menguatkan jalinan”, begitu kau kuyakinkan.

Lalu mereka menutup,” Wa jama’a bainakuma fii khaiir…”. Maka tangan kita saling berpaut dan jemarinya menyatu, “ Genggam tanganku, rasakan kekuatan cinta!” Maka sempurnalah tiga perayaan cinta.

Di saat apapun barakah itu membawa kebahagiaan. Sebuah letup kegembiraan di hati, kelapangan di dada, kejernihan di akal, dan rasa nikmat di jasad. Barakah itu memberi suasana lain dan mencurahkan keceriaan musim semi, apapun masalah yang sedang membadai rumah tangga kita. Barakah itu membawakan senyum meski air mata menitik-nitik. Barakah itu menyergapkan rindu di tengah kejengkelan. Berakah itu menyediakan rengkuhan dan belaian lembut di saat dada kita sesak oleh masalah.

Baarakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta.

Rp 74.000
Rp 59.200Rp 59.200
Dalam Dekapan Ukhuwah 
Penulis  : Salim A. Fillah
Tebal  : 472 Halaman
Dimensi : 13,5 x 19,5 cm
Berat : 450 gram
Sinopsis :
karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
sejuta kebaikan yang lalu
wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
“jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”
mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
menjadi kepompong dan menyendiri
berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia
lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
dengan persaudaraan suci; sebening prasangka, selembut nurani,
sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji
Buku ini adalah renungan-renungan sederhana tentang bagaimana mem-bangkitkan kembali kekuatan ummat yang hari ini terserak-serak bagai buih tak berarti. Tentu saja tak hendak muluk, semua ikhtiar itu dimulai dari dalam diri kita. Di sini, kita menginsyafi bahwa iman berbanding lurus dengan kualitas hubungan yang kita jalin pada sesama. Juga bahwa tiap hubungan yang tak didasari iman akan jadi sia-sia. Dan baik iman maupun ukhuwah, memerlukan upaya untuk meneguhkan dan menyuburkannya.
Selamat datang dalam dekapan ukhuwah.
Rp 45.000
Rp 36.000Rp 36.000
[Open Pre ORDER] *Buku* *Ingatlah Untuk Bercermin*
Penulis *Salim A.Fillah* dan Tim Konselor RKI
 
Investasi Harga 45rb (belum Termasuk Ongkir)
 
*sinopsis* atau Catatan dari Buku ini :
 
Suatu hari, antara Imam Asyhab dan Imam Ibn Al Qasim terjadi perbedaan pendapat tajam atas suatu persoalan. Maka berkatalah Asyhab, “Aku mendengar Malik berkata begini”. Ibn Al Qasim menimpali, “Justru aku mendengar Malik tidak berkata seperti itu, melainkan begini.”
 
“Aku bersumpah”, ujar Asyhab yang termuda itu dengan suara meninggi, “Bahwa ucapanmu itu keliru!”
 
“Dan akupun bersumpah”, sahut Ibn Al Qasim, “Bahwa engkau salah!”
 
Siapakah yang sanggup menjadi hakim jika dua orang yang ‘alimnya ‘alim dan faqihnya faqih ini berselisih? Dialah Imam Ibn Wahab. Beliaulah satu-satunya. Apakah hal ini tersebab usianya yang lebih tua daripada kedua rekannya?
 
Bukan. Bukan tersebab umur beliau disepakati untuk menengahi perdebatan kedua Imam besar tersebut. Ibn Wahab menjadi pengadil semata-mata karena beliaulah murid Malik yang paling tekun dan teliti mencatat setiap kata yang keluar dari lisan Sang Guru. Catatannya pun adalah yang paling rapi dan paling lengkap. Dan Imam Malik mencintainya melebihi murid manapun.
 
“Malik adalah seorang guru yang keras”, tutur para murid lain, “Tak ada yang selamat dari sifat kerasnya kecuali Ibn Wahab.”
 
Bagaimanakah mula kiranya kasih sayang Imam Malik tumbuh bagi Ibn Wahab? Alkisah, suatu hari rombongan kafilah dari India sampai di Madinah. Di antara rombongan itu terdapat beberapa ekor gajah dengan derap yang menggemparkan dan suara nyaring memekakkan. Majelis Imam Malik di Masjid Nabawi pun bubar. Para murid berhamburan keluar tersebab rasa penasaran dan tertarik pada gajah-gajah dalam kafilah. Hanya satu pelajar yang tetap duduk sembari terus mencatat dengan rapi. Dialah Ibn Wahab.
 
“Apa kau tak ingin melihat gajah Nak?”, tanya Imam Malik.
 
“Duh Guru”, jawab Ibn Wahab dengan ta’zhim, “Aku jauh-jauh datang dari Mesir untuk melihatmu dan menyimakmu. Bukan untuk menyaksikan gajah.”
 
Begitulah, selama 20 tahun berikutnya di Madinah, Ibn Wahab selalu berada di sisi Malik dan mencatat segala hal yang meluncur dari lisan mulia sang Imam Daril Hijrah, menguntainya bagai silsilah mutiara, serta menyusunnya dengan teratur agar mudah dipelajari lagi.
 
Kembali ke Mesir, jadi apa keputusan Ibn Wahab atas sengketa pemahaman antara Asyhab dan Ibn Al Qasim?
 
“Kalian berdua benar, tapi kalian berdua keliru, dan kalian berdua bersalah”, ujar Ibn Wahab. Apa maksudnya? “Kalian berdua benar karena Malik pernah menyampaikan kedua pendapat itu pada kesempatan berbeda. Namun kalian berdua keliru ketika saling menyalahkan. Dan kalian berdua bersalah atas sumpah yang kalian ucapkan dalam membenarkan diri dan mengkelirukan rekannya”, jelas beliau.
 
MasyaaLlah, sebuah ketelitian pencatatan membuahkan penghakiman yang adil, lengkap, dan tuntas. RahimahumuLlahu ajma’in.
 

Rp 55.000
Rp 44.000Rp 44.000

Jalan Cinta Para Pejuang

Penulis : Salim A.Fillah
Tebal : 344 Halaman 
Dimensi : 13,5 cm x 19,5 cm
Berat : 350 gram

Sinopsis :

di sana, ada cita dan tujuan

yang membuatmu menatap jauh ke depan

di kala malam begitu pekat

dan mata sebaiknya dipejam saja

cintamu masih lincah melesat

jauh melampaui ruang dan masa

kelananya menjejakkan mimpi-mimpi

lalu di sepertiga malam terakhir

engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu

melanjutkan mimpi indah yang belum selesai

dengan cita yang besar, tinggi, dan bening

dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja

dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali

dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati

teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang

menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban,

menyeru pada iman

walau duri merantaskan kaki,

walau kerikil mencacah telapak

sampai engkau lelah, sampai engkau payah

sampai keringat dan darah tumpah

tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum

di jalan cinta para pejuang

Ba’da buku Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, Agar Bidadari Cemburu Padamu, GueNeverDie, Bahagianya Merayakan Cinta, dan Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, inilah buku keenamnya. Jalan Cinta Para Pejuang. Buku yang membicarakan cinta dalam bahasa cinta. Buku yang mengajak kita menelisik makna sejati cinta sebagaimana dihayati para pejuang. Cinta yang diterjemahkan sebagai kata kerja. Cinta yang ditaklukkan untuk membersamai kerja-kerja besar mencerahkan peradaban.

Salim A. Fillah ingin membersamai Anda meniti jalan cinta para pejuang. Dengan cita yang besar, tinggi, dan bening. Dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja. Dengan nurani, tempat kita berkaca tiap kali. Dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati. Sebuah jalan ketaatan pada Ilahi yang pasti akan diuji. Jalan Cinta Para Pejuang.

Rp 100.000
Rp 80.000Rp 80.000

Lapis Lapis Keberkahan

Detail

Judul                      : Lapis Lapis Keberkahan
Penulis  : Salim A Fillah
Penerbit : Pro U Media
Isi : 517 Halaman
ISBN : 978-602-7820-11-1
Ukuran  : 15 cm x 24 cm

Sinopsis Buku 

Bahagia adalah kata paling menyihir dalam hidup manusia. Jiwa merinduinya. Akal mengharapinya. Raga mengejarnya. Tapi kebahagiaan adalah goda yang tega. Ia bayangan yang melipir jika difikir, lari jika dicari, tak tentu jika diburu, melesat jika ditangkap, menghilang jika dihadang. Di nanar mata yang tak menjumpa bahagia; insan lain tampak lebih cerah. Di denging telinga yang tak menyimak bahagia; insan lain terdengar lebih ceria. Di gerisik hati yang tak merasa bahagia; insan lain berkilau bercahaya.

Buku ini disusun dengan keinsyafan kecil; bahwa jika bahagia dijadikan tujuan, kita akan luput menikmatinya sepanjang perjalanan. Bahwa jika bahagia dijadikan cita, kita akan kehilangan ia sebagai rasa. Bahwa jika bahagia djadikan tugas jiwa, kita akan melalaikan kewajiban sebagai hamba. Bahwa jika bahagia dijadikan tema besar kehidupan, kita bisa kehilangan ia setelah kematian.

Bahagia adalah kata yang tak cukup untuk mewakili segenap kebaikan. Maka buku ini diberi tajuk Lapis-Lapis Keberkahan. Hidup kita umpama buah beraneka aroma, bentuk, warna, serta rasa; yang diiris-iris dan ditumpuk berlapis-lapis. Tiap irisan itu, punya wangi maupun anyirnya, lembut atau kasarnya, manis serta pahitnya, masam juga asinnya. Tapi kepastian dari-Nya dalam segala yang terindra itu ialah; ada gizi yang bermanfaat bagi ruh, akal, dan jasad kita.

Ialah lapis-lapis keberkahan. Mungkin bukan nikmat atau musibahnya, tapi syukur dan sabarnya. Bukan kaya atau miskinnya, tapi shadaqah dan doanya. Bukan sakit atau sehatnya, tapi dzikir dan tafakkurnya. Bukan sedikit atau banyaknya, tapi ridha dan qana`ahnya. Bukan tinggi atau rendahnya, tapi tazkiyah dan tawadhuínya. Bukan kuat atau lemahnya, tapi adab dan akhlaqnya. Bukan sempit atau lapangnya, tapi zuhud dan wara`nya. Bukan sukar atau mudahnya, tapi íamal dan jihadnya. Bukan berat atau ringannya, tapi ikhlas dan tawakkalnya.

Selamat datang di Buku lapis-lapis keberkahan Karya Salim A Fillah . Biarlah bahagia menjadi makmum bagi Islam, iman, dan ihsan kita; membuntutinya hingga ke surga.

Rp 64.000
Rp 51.200Rp 51.200

Menyimak Kicau Merajut Makna

Detail

Judul  : Menyimak Kicau Merajut Makna
Penulis  : Salim A. Fillah
Penerbit  : Pro-U Media
ISBN : 9789791273961
Isi : 408 Halaman
Dimensi : 14x20 cm

Sinopsis

  • Jawaban terindah pada pemfitnah: “Jika kau benar, semoga Allah mengampuniku. Jika kau keliru, semoga Allah mengampunimu.”
  • Jawaban terbaik pada penghina dan pencela kehormatan: “Yang kaukatakan tadi sebenarnya adalah pujian; sebab aslinya diriku lebih mengerikan.”
  • Jawaban teragung pada caci maki dan kebusukan: “Bahkan walau ingin membalas, aku tak kuasa. Sebab aku tak punya kata-kata keji dan nista.”
  • Terjawablah pujian: “Moga Allah ampuni aib yang tak kautahu; tak menghukumku sebab sanjungmu; dan jadikanku lebih baik dari semua itu.”
  • Jawaban termulia pada yang memuji: “Semoga Allah ampuni yang tak kau ketahui, semoga doamu membaikkan diriku dan dirimu.”

Sungguh kumpulan kicauan @salimafillah “Menyimak Kicau Merajut Makna” ini adalah sekadar yang tercatat untuk direnungi. Terutama oleh pengicaunya. Dan jika Shalihin dan Shalihat pembaca berkenan membersamai muhasabahnya, alangkah bahagia dalam syukur hati kami ini. Moga apa yang Shalihin dan Shalihat renungi dari kumpulan kicauan ini mengilhamkan amal shalih yang kami pun tak terhalang dari pahalanya, menjadi bekal menghadap Allah 'Azza wa Jalla.

Rp 36.000
Rp 28.800Rp 28.800

Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan

Penulis : Salim A.Fillah
Tebal : 240 Halaman
Dimensi : 11 cm x 19,5 cm
Berat : 200 gram

Sinopsis :

Alangkah seringnya mentergesai kenikmatan tanpa ikatan, membuat detik-detik di depan terasa hambar. Belajar dari ahli puasa, ada dua kebahagiaan baginya. Saat berbuka dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala. Inilah puasa panjang syahwatku. Kekuatan ada pada menahan, dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan. Coba saja kalau Allah yang menghalalkan setetes cicipan surga kan menjadi shadaqah berpahala.

Buku ini dipersembahkan untuk mereka yang lagi jatuh hati atau sedang pacaran bersama doi yang dipenuhi hasrat nikah dini tapi belum bernyali, yang sedang menjalani proses penuh liku dan yang ingin melanggengkan masa-masa indah pernikahannya. 

Rp 64.000
Rp 51.200Rp 51.200

Saksikan Aku Seorang Muslim


Menjadi muslim adalah menjadi kain putih. Lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan, keceriaan, dan cinta; rahmat bagi semesta alam. Aku jadi rindu pada pelangi itu, pelangi yang memancarkan celupan warna Ilahi. Telah tiba saatnya, derai berkilau Islam tak lagi terpisahkan dari pendar menawan seorang muslim. Dan saksikan, bahwa aku seorang muslim.
“…Kau belum tahu yang aku mau. Dan kau tak tahu apa yang Allah mau. Sedang aku melakukan yang Ia mau. The show must go on! Baca buku ini agar kau tahu yang Allah mau!” (Yoyoh Yusroh, Ibu dari 13 putra, Anggota DPR RI).

“Ini buku yang mencerdaskan dan mencerahkan. Ditulis dengan bahasa yang halus dan indah. Selain mengajak mencintai Islam, buku ini mengajak pembacanya menjadi muslim sejati yang cerdas.” (Habiburrahman El Shirazy, Penulis Novel ‘Ayat-Ayat Cinta’).

“ Seorang muslim tak boleh malu menunjukkan identitasnya walau terpaksa harus berhadapan dengan tuduhan ‘teroris’, atau lebih buruk dari pada itu. Buku ini membawa anda lebih PeDe sebagai Muslim.” (Fauzan Al-Anshari, Ketua Dept. Data dan Informasi Majelis Mujahidin Indonesia).

“Renungan-renungan ringan tapi nampol. Setiap kali membaca, kita bakal ngedapetin warna baru dari halaman demi halamannya. Yang jelas, buku ini memberikan kita semangat “Gw Bangga jadi Muslim!” yang jelas gak ketulungan: karena kita muslim, maka kita bisa meraih prestasi apa saja!” (Shofwan Al Banna, Mahasiswa Berprestasi Utama Nasional 2006)

“…..Meski belum sempurna, tapi buku ini cukup lumayan untuk menyegarkan komitmen kemusliman kita di tengah berbagai krisis yang telah mendera, termasuk krisis identitas….” (M. Ismail Yusanto, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia)

“….Sungguh, buku ini sarat aka perenungan yang kontributif bagi satiap langkah kehidupan. Selamat menikmati.” (Cahyadi Takariawan, Penulis buku ‘Yang Tegar Di Jalan Dakwah’ Ketua Wilda DPP PKS).

// // //