Amru Khalid

Sort By:

Rp 45.000
Rp 36.000Rp 36.000

Hati Sebening Mata Air

Detail

Judul  : Hati Sebening Mata Air
Penulis  : Amru Khalid 
Penerbit : AQWAM 
Isi : 264 Halaman
ISBN                 : 979-3653-15-7

Sinopsis

Hati adalah raja. Seluruh organ tubuh lainnya, bak pasukan yang patuh dan setia menanti titahnya. Ke mana organ tubuh hendak bergerak, dapat ditebak dari bagaimana kondisi hati.  Dengan fitrah yang dimilikinya, manusia menginginkan hati yang sehat (qalbun salim). Suatu kondisi hati yang membuatnya mampu menembus pintu langit dan terbebas dari noktah-noktah kemaksiatan. Itulah istimewanya hati.

Masalahnya, bagaimana mencapai kondisi hati seperti itu? Terlebih, ritme kehidupan yang kita jalani sehari-hari kurang memberi porsi seimbang untuk merawat hati. Di saat yang sama, setan selalu berusaha membenamkannya ke dalam lumpur kemaksiatan sedalam-dalamnya. Dus, sulitkah memiliki hati yang sehat?

Karenanya, berbagai kajian pun digelar, acara-acara dilaksanakan baik secara langsung, maupun melalui media cetak dan elektronik. Kita pun mengenal adanya genre kajian yang mencoba berspesialisasi pada masalah hati, yang kian hari jumlahnya semakin bertambah bak cendawan di musim hujan. Di sana ada kajian Manajemen Qalbu, ada ESQ Training, Tombo Ati sampai dengan klub-klub meditasi.

Tapi secara jelas, Islam memberikan porsi yang cukup besar dalam masalah, merawat, membersihkan dan mengelola kondisi hati.

Hadir dengan refleksi-refleksi menyejukkan khasnya, Amru Khalid, sang penulis mencoba menepis anggapan sulitnya menjaga kondisi hati. Istimewanya, selain di dukung oleh beragam dalil baik dari Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi, buku ini mendudukkan diri sebagai penasehat yang bijaksana. Sapaan dan renungan yang disampaikan menggambarkan betapa Penulis sangat memahami kondisi kita hari ini yang belepotan maksiat. Ia tak menuntut perubahan yang diametral dan dramatis. Sebaliknya, justru menawarkan tips-tips yang memudahkan kita untuk memperbaiki kondisi hati secara bertahap.

Kekuatan buku ini selain pada metode diatas, juga didukung penguasaan penulis yang sempurna terhadap dalil dan kemampuan menjelaskannya dengan bahasa yang ringan, menggelitik, namun tepat sasaran, menjadikan buku ini bertabur hal-hal yang baru dan menakjubkan. Seperti ketika menguraikan Asma’ul Husna, yang ternyata menjadi bukti kecintaan Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Bagaimana alurnya? Mari kita simak bersama!

Rp 48.000
Rp 38.400Rp 38.400

Ibadah Sepenuh Hati 

Detail

Judul  : Ibadah Sepenuh Hati 
Penulis  : Amru Khalid 
Penerbit : AQWAM 
Isi : 296 Halaman
ISBN                 : 979-3653-18-3

Sinopsis

Ibadah itu nikmat! Itulah kata singkat yang mungkin bisa mewakili perasaan Rasulullah Shallallahu 'Alahi wa Sallam dan para sahabatnya, ketika beliau memerintahkan Bilal bin Rabbah “Wahai Bilal, hiburlah kami dengan Shalat” (Al-Hadits)

 

Betapa tidak, bukankah dalam lantunan surat Al-Fatihah, terjadi dialog syahdu antara seorang hamba dengan Rabbnya. Di kegelapan malam yang hening, terjadi perjumpaan antara seorang hamba-yang rela memutus nikmat tidur demi ibadah-, dengan Penguasa alam semesta. Sang Penguasa, pemilik Arsy, yang sengaja turun ke langit dunia untuk memberi setiap hamba yang meminta; mengabulkan mereka yang berdoa; dan mengampuni siapa saja yang bertaubat. Sungguh, sebuah kenikmatan spiritual yang mengesankan!

 

Namun, seringkali buah manis spiritual itu gagal diraih, hanya karena kita terjebak pada rutinitas belaka. Shalat, misalnya, dianggap sebagai kegiatan yang sekadar menggugurkan kewajiban. Yang terjadi kemudian adalah kegiatan ibadah yang tanpa ruh –sebuah kegiatan fisik tanpa disertai oleh partisipasi hati- Padahal, hati adalah titik sentral yang menentukan kualitas ibadah. Shalat tanpa khusyuk, sia-sia. Sedekah tanpa ikhlas pun tak berguna.

 

Memang benar, jika dikatakan bahwa ibadah itu unik. Tak sebagaimana aktivitas duniawi, ia membutuhkan partisipasi dua obyek; gerakan anggota badan dan keserasian aliran darah yang diatur oleh jantung –yang mencerminkan keserasian koordinasi aspek kesadaran dan ketidak sadaran manusia- (biasa dikenal dengan keselarasan antara tubuh dan hati.) Sebutlah shalat sebagai contoh. Meski telah menunaikan lima waktu dalam sehari, shalat belum dikatakan sempurna apabila tak disertai “kehadiran” hati –sebuah kondisi jiwa, yang dalam kamus Islam dikenal dengan nama khusyu’-. Lalu, apa artinya sujud dan rukuk –bila tidak disertai “kehadiran” hati?

 

Di sinilah letak keunikan tadi. Ada parameter multi dimensi dalam pelaksanaan ibadah. Maksudnya, nilai sejati suatu ibadah tidak dinilai dari semata-mata aktivitas fisik saja. Parameter “hati” sebagaimana disinggung dimuka, merupakan wujud lain dari “keberesan” hubungan seorang hamba dengan Rabbnya. Sebuah parameter maya, namun justru merupakan ruh dari ibadah itu sendiri. Kekhusyukan dalam shalat, keikhlasan dalam berinfak dan dalam ibadah-ibadah lain, adalah indikasi dari nilai “kehadiran” hati tersebut.

 

Yang membuat kita pantas khawatir adalah; justru pada titik ruh ibadah inilah kita sering kecolongan. Kita sering tertipu dengan aktivitas fisik semata. Walhasil, kita pun sering terjebak pada rutinitas ibadah tanpa ruh!

Padahal apa arti shalat tanpa khusyuk? Apa arti sedekah tanpa keikhlasan? Apa arti haji tanpa ada ketundukan dan kepasrahan?

 

Di ceruk inilah Amru Khalid hadir menemani kita, sekaligus mengajak kita untuk tak lagi terjebak dalam rutinitas hampa ibadah. Buku ini penuh dengan sentuhan-sentuhan penyadaran yang menggugah. Dengan dominasi bahasa dialogis, penulis yang menempuh program Doktoral di Universitas Wales, Inggris ini mengajak kita untuk menyelami keindahan dan kenikmatan ibadah.

Seakan mencoba menggugah kembali kesadaran kita, bahwa dengan disertai ‘kehadiran’ hati, ibadah –sebenarnya- adalah nikmat spiritual bukan beban fisik. Penulis mengurai sisi keindahan ibadah, disertai tips-tips tertentu untuk menghadirkan hati, agar ibadah lebih bermakna, dengan bahasa dialogis dan tutur yang renyah.

 

Kelebihan buku ini terletak pada sapaan, uraian dan sentilan-sentilan yang disajikan penulis. Selain bertabur dalil-dalil, baik dari Al-Qur’an maupun hadits shahih, juga menyentuh sisi aktual berkaitan dengan ibadah kita pada hari ini termasuk sekian tips yang menuntun kita meraih keberhasilan ibadah.

Berbeda dengan buku-buku yang memiliki bahasan yang sama. Dengan kelebihan tersebut, buku ini cukup bebas dari analogi-analogi yang tidak pas dan tidak terjebak pada dunia metafisis khayali. Hal yang sering menyebabkan buku-buku bertema serupa terjebak dalam genre teosofisme (tasawuf) dan membuat kebablasan dalam beribadah. Karenanya, yang lebih tepat adalah menggolongkan buku ini ke dalam aliran panduan manajemen hati (qalbu). Ya, manajemen Qalbu ala Mesir.

 

Pun, disamping sebagai sebuah penyegaran bagi mereka yang rutin beribadah, dalam buku ini penulis juga hadir sebagai karib bagi mereka yang lalai. Sahabat yang ramah, santun dan tetap mengpricei bagi mereka yagn dilalaikan oleh setan, sambil terus berusaha menggugah kesadaran beribadah. Dus, inilah buku multi motivasi. Selamat membaca! 

Rp 28.000
Rp 22.400Rp 22.400

Mari Bersabar

Tuntunan Bersabar dalam Kehidupan Sehari-hari

Detail

Judul  : Mari Bersabar
Penulis  : Amru Khalid 
Penerbit : AQWAM 
Isi : 120 Halaman
ISBN                 : 979-3653-22-1

Sinopsis

Manusia senantiasa dihadapkan pada berbagai problematika kehidupan yang selalu datang silih berganti. Sebagai hamba Allah di muka bumi kita tetap dituntut  menunaikan ketaatan  kepada-Nya dalam berbagai keadaan dan situasi. Tanpa peduli berbagai cobaan dan ujian yang mendera.

 

Kita pun memahami, bahwa kehidupan di dunia bukanlah kehidupan di neraka, yang seakan tidak ada satu pun yang dapat dinikmati. Karena itulah, Islam memberikan jalan keluar dan resep mujarab dalammenghadapi dan mengelola kehidupan.

 

Sabar, kata dengan empat huruf ini seringkali menjadi kata akhir dari berbagai jerih payah dan usaha manusia dalam menyelesaikan segala permasalahan kehidupannya. Sabar pun pada akhirnya bukan sekedar anjuran kosong tanpa makna, tidak juga sebuah kepasrahan yang pasif dan apatis. Tetapi, ia merupakan sikap mental yang menjadi ciri khas umat terbaik, umat pemenang, umat yang memimpin dunia dengan cahaya Allah, umat Islam.

 

Besarnya kemuliaan yang terkandung dalam sifat sabar, adalah tercantumnya sifat sabar ini diantara 99 nama-nama Allah yang indah (Asmâ’ul Husna) yaitu, As-Shabur, yang menegaskan bahwa Allah Maha Sabar. Kita bisa menyimak jawaban Allah Ta'ala, ketika dikisahkan dalam sebuah hadits Qudsy bahwa setiap hari, lautan, gunung dan bumi meminta izin kepada Allah dengan mengatakan, “Perkenankanlah aku melumat manusia. Sesungguhnya mereka menikmati rezeki-Mu, tetapi mereka menyembah kepada selain-Mu!” tetapi Allah berfirman, “Biarkan saja mereka begitu. Kalau saja kamu yang menciptakan mereka, niscaya kamu akan menyayangi mereka!”

 

Demikianlah, sebuah kenyataan agung yang menggambarkan betapa Allah Maha Penyabar. Bahkan Rasulullah pun bersabda:

 

“Tidak ada sesuatupun yang lebih sabar terhadap sesuatu yang diperdengarkan kepadanya, selain Allah. Dia dipersekutukan dan dikatakan mempunyai anak. Meski demikian, Dia memaafkan dan memberi rezeki kepada mereka.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

 

Nah, pada sisi inilah Amru Khalid dengan gayanya yang khas dan bahasa tulisnya yang mengalir menyejukkan mencoba mengantarkan kita kepada pengertian dan penerapan Sabar dalam kehidupan sehari-hari.

Sang penulis, juga tak bosan-bosannya memotivasi untuk menumbuhkan sifat mulia ini pada diri kita. Bagaimana caranya? Semuanya ada dalam buku ini. Beliau juga mengetengahkan beberapa hal menggelitik seputar sifat sabar dan aplikasinya pun dikupas. Seperti, mana yang lebih mulia:

Sabar tehadap cobaan, sabar dalam ketaatan; ataukah sabar menahan kemaksiatan?

Kesabaran nabi Yusuf ketika dimasukkan ke dalam sumur tua; ataukah kesabarannya ketika dijebloskan ke penjara?

Sabar dalam ketaatan; ataukah sabar menahan dari kemaksiatan?

 

Seakan ingin mem-bumi-kan makna sabar dalam kehidupan sehari-hari, beliau juga menawarkan serangkaian saran yang dapat diterapkan dalam kehidupan seorang muslim. Dikemas dengan gaya bahasa berutur yang ringan –namun tetap berbobot- penulis mencoba menyadarkan kita tentang ketinggian sifat sabar, tanpa harus menjejali otak kita dengan berjuta definisi.

 

Buku ini sarat dengan contoh-contoh praktek bersabar yang semakin memotivasi kita untuk menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan. Agaknya, hal yang demikian itulah sisi menarik dari buku-buku karangan beliau.

Selamat menyimak!

Rp 46.000
Rp 36.800Rp 36.800

Semulia Akhlak Nabi

Detail

Judul  : Semulia Akhlak Nabi
Penulis  : Amru Khalid 
Penerbit : AQWAM 
Isi : 280 Halaman
ISBN                 : 979-3653-175

Sinopsis

Dalam sebuah seminar, seorang tokoh pernah berkata “Jangan samakan Islam dengan umatnya! Islam itu akan selalu mulia, tetapi tidak demikian dengan umatnya.” Hal ini tentunya menjadi satu kenyataan yang paradoks, aneh dan mengejutkan. Betapa tidak, dalam sebuah catatan statistik dikatakan bahwa, para pelaku kriminalitas sebagian besarnya di negeri ini adalah orang yang beragama Islam, belum lagi tingkah laku kaum muslimin dewasa ini yang semakin lama semakin terlepas dari sifat dan ciri khas orang-orang yang mendapatkan risalah Islam.

 

Pun demikian, pada masa lalu, banyak orang memeluk Islam karena terpesona dengan akhlak seorang muslim. Sebut saja Suraqah, pemuda Quraisy yang begitu bersemangat membunuh Nabi. Ia masuk Islam setelah dimaafkan Nabi –padahal waktu itu Nabi berada diatas angin untuk ganti membunuhnya-

Demikian pula, dengan penduduk Himsha –yang semula Kristen- berbondong-bondong masuk Islam, setelah mengetahui kejujuran kaum muslimin. Penguasa muslim saat itu mengembalikan pajak yang ditarik, karena mereka akan meninggalkan kota tersebut, sehingga tak lagi mampu memberikan perlindungan.

Kisah tentang seorang Yahudi –yang dimenangkan oleh pengadilan atas Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam kasus sengketa baju besi- pun semakin menghiasi ketinggian akhlak Islam. Bahkan sejarah masuknya Islam di Asia diawali ketertarikan penduduk setempat terhadap kejujuran para pedagang muslim yang datang berniaga.

 

Namun, sejarah emas akhlak muslim tersebut kini seolah pudar. Akhlak sebagian besar kaum muslimin semakin hari semakin memprihatinkan. Betapa banyak orang bertitel haji, namun tingkah-lakunya tak terpuji. Demikian pula dengan gaya hidup pemuda-pemudi Islam, yang nyaris tak ada bedanya dengan kebudayaan Barat.

Begitu dalamnya dalamnya dekadensi moral yang melanda kaum muslimin, sampai-sampai seorang mualaf  berkomentar, “Alhamdulillah, saya telah masuk Islam sebalum mengetahui akhlak kaum muslimin.”

 

Seolah menjadi bagian dari keprihatinan tersebut, buku ini hadir. Di dalamnya, Penulis memaparkan sendi-sendi akhlak yang menjadi keistimewaan ajaran Islam dibanding agama manapun. Anada akan dituntun untuk meniti sendi-sendi tersebut, disertai contoh-contoh aplikatif dari kehidupan generasi Islam pertama, dan tips-tips untuk mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dengan menghadirkan bahasa yang akrab dan komunikatif, Penulis berhasil menghadirkan sketsa akhlak, yang sebenarnya menggambarkan betapa besar kasih-sayang tersebut, sampai-sampai iblis pun mengintip dengan iri karena ingin mendapatkannya.

// // //