Republika

Sort By:

Rp 55.000
Rp 46.750Rp 46.750

Indonesia Incorporated



Eli van Barend, seorang taipan pertambangan kelas atas, pemilik perusahaan raksasa Empire Mining, memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri di tengah tekanan politik pihak asing. Ia melompat terjun dari helikopter pribadinya di pedalaman hutan Kalimantan Timur. Empat orang pewaris tahta yang dipimpin oleh Jansen Dompis, tangan kanan Eli, terjerat dalam agenda pihak asing untuk merampok sumber daya alam Indonesia.

Satu-satunya orang yang dianggap berpotensi menghalangi rencana para pewaris Eli van Barend, adalah Romeo, putra tidak sah Eli, yang berhasil mengembangkan perusahaan pertambangannya sendiri bernama Gold Resources. Dengan ketajaman insting seorang goldfinger, Romeo berhasil menyusupkan intelijen perusahaannya ke pusat kekuasaan Empire Mining serta ‘membeli’ orang-orang terbaik dari perusahaan Van Barend. Romeo bisa mencium persekongkolan politik yang berujung pada penguasaan ekonomi bangsa Indonesia oleh perusahaan-perusahaan asing yang berkomplot dengan Empire Mining.

Dalam kisah ini, agenda konspirasi kelompok asing menyusup masuk ke Indonesia. Anthropogenic Global Warming adalah sebuah isu yang didesain dengan rapi dan sangat terencana sebagai pintu masuk tatanan dunia baru yang telah digagas oleh Zionis Internasional. Sebuah rencana yang begitu apik dan indah, namun menyimpan rahasia gelap yang siap menghabisi bangsa ini.
Berhasilkan Romeo menyelamatkan Empire Mining dari jeratan asing? Bagaimana agenda pemanasan global menjadi alat Zionisme Internasional untuk membuat manusia percaya kepada konsep teologi Zionis, sekaligus menjarah kekayaan alamnya? Mengapa Republik ini menjadi sasaran terbesar mereka?

Endorsement

“Bangsa kita dicengkeram para “drakula” asing. Bagi mereka, kekayaan alam Indonesia yang berlimpah ruah harus dirampas. Sumber dayanya harus dikuasai. Masyarakatnya harus dipecah-belah. Maka dijelmakanlah para boneka dari semua lapisan penduduk lewat segala macam cara: politik, agama, pendidikan, kebudayaan, media, dan sebagainya. Inilah novel dengan skenario yang mendebarkan. Mencerahkan dan menyadarkan!“ (Chaerul Umam, Sutradara Terbaik FFI 1992)

“Di antara banyak novel, tidak banyak yang bisa lepas dari tema percintaan. Di antara yang lepas dari cinta, tidak banyak yang mengadaptasi fakta akurat. Di antara yang menyajikan fakta akurat, jarang yang memiliki kekuatan mengubah pemikiran.Karya Zaynur Ridwan ini memiliki kekuatan itu!” (Felix Y. Siauw, Penulis)
Rp 45.000
Rp 38.250Rp 38.250

Mas Tri Belajar Islam

Judul  : Mas Tri Belajar Islam
Penulis  : Tarmizi Yusuf
Penerbit : Republika 
ISBN : 978-602-8997-51-5
Tebal  : 250 Halaman
Berat : 150 Gram 
Dimensi  : 13.5 cm x 20.5 cm
Cover : Soft Cover

Sinopsis :

“Ya, kita mengetahui bahwa masing-masing mempunyai Tuhan sendiri-sendiri. Orang di gunung Bromo atau di Kepulauan Natuna, penduduk dataran tinggi Waemena atau di daerah Gayo, …Apakah  memang Tuhan itu ada untuk masing-masing pemeluk kepercayaan, di masing-masing tempat? Dengan kata lain, Tuhan itu banyak?” 

“Dalam sebuah perusahaan, hanya ada seorang Presiden Direktur. Yang lain hanya membantu dengan tugas yang sudah ditetapkan. Kalau ada dua orang Presiden Direktur, pegawai yang bekerja di perusahaan itu pasti akan bingung, perintah siapa yang harus diturut... Begitu pula dengan mengendalikan alam semesta, menguasai jagad raya ini. Hanya Yang Mahasatu, Allah Yang Maha Esa. Keesaan Tuhan ini sehubungan dengan Tuhan itu Mahakuasa dan Mahabesar. Kalau tidak Mahakuasa dan Mahabesar mungkin saja mengatur alam semesta ini akan bersekutu dengan yang lain, sehingga terdapat Tuhan kolektif ada konsorsium Tuhan. Berarti Tuhan tidak Esa lagi, melainkan banyak. 

Tetapi karena Tuhan itu Mahakuasa, Dia mampu, tanpa dibantu.” 

Ringan tapi dalam, sederhana tapi jelas. Inilah obrolan mas Tri yang belajar Islam dengan penulis di sela-sela perjalanan dinas. Mas Tri mewakili orang-orang awam yang ingin mengenal Islam. Dan, obrolah mas Tri dengan penulis menjadi contoh, begitulah seharusnya kita mengisi waktu. Belajar dan belajar. Terutama belajar tentang agama yang menjadi pedoman hidup kita.

Sebuah buku sederhana dengan tutur kata yang mudah dan tidak menggurui, terasa nikmat untuk kita baca sekaligus membuka cakrawala kita tentang Islam dengan cara yang sangat menyenangkan. Kehadiran buku ini kami harapkan bisa menjadi media pembelajaran untuk mengenal Islam lebih dekat. Pada saat yang sama diharapkan buku ini juga menjadi cermin bagi setiap kita dalam memanfaatkan waktu senggang. Biasanya kalau tidak ngobrolin keluarga, soal politik menjadi menu utama perbincangan kita di sela-sela perjalanan atau di waktu luang lainnya. 

Belajar agama dipandang terlalu berat, serius, cocoknya di masjid, dan lain sebagainya. Intinya membicarakan topik agama bukan topik menarik saat senggang. Penulis buku ini bersama mas Tri memberi kita teladan ngobrolin agama bisa menjadi menu perbincangan di waktu senggang yang tak kalah asyik dengan topik politik atau keluarga. Pertanyaan-pertanyaan mas Tri mewakili kelompok masyarakat muslim awam. Masyarakat muslim kebanyakan.

Topik-topiknya terkait dengan hal-hal pokok dalam Islam. Dimulai dengan pembahasan seputar Islam sebagai sebuah agama. Bagaima kedudukan agama Islam di tengah-tengah agama lainnya. Lalu, dilanjutkan dengan perbincangan seputar mengenal Allah. Hanya lewat ciptaannya kita bisa mengenal Allah. Perbincangan dilanjutkan dengan topik seputar Muhammad Saw. sebagai nabi akhir zaman. Kemudian disambung lagi dengan obrolan seputar Al-Qur’an yang menjadi mukjizat sekaligus panduan untuk umat Muhammad Saw. Obrolan beralih ke topik seputar mengenal manusia. Siapa kita, dari mana dan akan ke mana. Lalu dilanjutkan dengan pembahasan seputar shalat. Ibadah utama yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim. 

Tidak lupa juga dibahas seputar zakat, puasa, dan haji. Obrolan selama tujuh hari itu kemudian di akhiri dengan topik peran umat Islam di tengah-tengah perkembangan zaman.

// // //