AQWAM

Sort By:

Rp 31.000
Rp 24.800Rp 24.800

Jejak Para Khalifah

 
Kehidupan Nabi Muhammad dan para shahabatnya adalah prestasi sejarah yang layak dicatat dengan tinta emas. Sukses pembangunan peradaban tersebut ditambah lagi dengan keberhasilan generasi setelah Rasulullah saat tampil memegang tongkat kepemimpinan setelahnya. Sungguh, hal yang sulit dalam sebuah tradisi peradaban, adalah pewarisan nilai-nilai. 
Khulafa’urrasyidin merupakan bukti suksesnya pewarisan itu. Wafat Nabi tidak semerta-merta menjadikan Islam kehilangan mercu-suar peradabannya. Ya, karena memang risalah ilahiyah ini tidak pernah tergantung kepada satu nama—siapapun. Begitulah, di tangan empat khalifah pertama ini, Islam mencapai titik puncak kejayaannya. Sebuah prestasi yang belum berulang hingga hari ini. Sampai, suatu hari fitnah pun datang, yang disulut oleh kedengkian musuh-musuh Islam 
Buku yang ada di tangan Anda ini merangkai seluruh rekaman emas kehidupan empat khalifah tersebut. Dengan gaya bahasa yang reflektif, Amru Khalid akan mengaduk-aduk emosi Anda, mengantarkannya ke puncak kekaguman dan keagungan empat pemimpin besar tersebut. Anda akan dibawa hanyut dalam suasana heroik saat mereka mempertaruhkan segalanya demi Islam. Juga suasana romantis yang menggambarkan bagaimana Nabi mencintai mereka dan mereka mencintai Nabi. Tentu, di samping kecerdasan dan kearifan mereka dalam memecahkan berbagai masalah paling pelik sekalipun. 



Rp 37.000
Rp 29.600Rp 29.600

Malam Pertama di Alam Kubur


Wahai orang tua yang telah bongkok punggungnya dan dekat ajalnya, Apakah engkau telah bersiap-siap menghadapi malam pertama? Wahai pemuda gagah yang bergelimang harta dan sejuta asa, Apakah engkau sudah bersiap-siap menghadapi malam pertama? Ia adalah malam pertama dengan dua wajah; Mungkin menjadi malam pertama bagi malam-malam surga berikutya, Atau menjadi malam pertama bagi malam-malam neraka berikutnya. Dr. Aidh Al-Qarni, M.A

Kematian itu pasti. Ia tidak meleset meski hanya sedetik. Namun demikian, tak seorang pun tahu kapan hari H nya. Ia bisa datang menyergap dengan tibatiba. Ia misteri. Karenanya, setiap orang semestinya selalu siap. Dan tentu, husnul khatimah harus menjadi pilihan. Untuk mencapai itu, harus degan jalan syariat; dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah Ta’ala. Tanpanya, husnul khatimah itu nihil. Bukankah, perahu tak akan berjalan di daratan

Buku yang hadir di hadapan pembaca ini adalah kompilasi dari tulisan ulama-ulama terkemuka dari Nejed. Di dalamnya, sarat dengan tadzkirah untuk mengingat kematian. Kita memang perlu nasehat, karena hiruk-pikuk dunia kadang melalaikan. Bukankah sudah menjadi sunnatullah bagi setiap orang bahwa iman itu pasang dan surut… kadang bertambah dan kadang berkurang? Karenanya kita perlu pupukan, terutama ketika kondisi keimanan kita mengalami saat-saat kritis.

Kelebihan buku ini, para penulis tidak sekadar menuliskan sebuah teori-teori definitif, tapi sebentuk nasehat naratif dengan gaya bertutur, reflektif, penuh bahan renungan yang keluar dari bahasa hati, dikokohkan dengan ibrah dan kisah-kisah pilihan. Karenanya, buku ini tidak hanya enak dibaca, tetapi juga akan membawa  kita hanyut dalam perjalanan hati para penulis.

Wahai orang tua yang telah bongkok punggungnya dan dekat ajalnya,

Apakah engkau telah bersiap-siap menghadapi malam pertama?

Wahai pemuda gagah yang bergelimang harta dan sejuta asa,

Apakah engkau sudah bersiap-siap menghadapi malam pertama?

Ia adalah malam pertama dengan dua wajah;

Mungkin menjadi malam pertama bagi malam-malam surga berikutya,

Atau menjadi malam pertama bagi malam-malam neraka berikutnya.

(DR. Aidh Al-Qarny)

Rp 38.000
Rp 30.400Rp 30.400
Misteri Sholat Subuh


Shalat Subuh menyimpan berjuta misteri, tak heran jika salah seorang tokoh Yahudi terkemuka dengan emosional menyatakan, “Kami baru takut terhadap umat Islam jika mereka telah melaksanakan shalat Subuh seperti melaksanakan shalat Jum’at.”

 

Ternyata dibalik pelaksanaan dua rekaat di ambang fajar, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang, bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Itulah sebab, para sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu. Pernah suatu ketika mereka terlambat shalat Subuh dalam penaklukan benteng Tastar. “Tragedi” ini membuat sahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya.

Menariknya, Subuh ternyata juga menjadi waktu peralihan dari era jahiliyah menuju era tauhid. Kaum ‘Ad, Tsamud, dan kaum pendurhaka lainnya, dilibas adzab pada waktu Subuh-yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid.

 

Buku ini mencoba menganalisis bahwa keterpurukan umat ini, tak lepas dari akibat diremehkannya shalat Subuh. Bagaimana alur logikanya? Dr. Raghib As-Sirjani mengulas secara tuntas dalam buku ini.

 

Keluasan wawasan penulis, ditambah kedalaman pengetahuannya akan nash-nash syar’i, menyadarkan kepada kita begitu istimewanya shalat Subuh yang selama ini kurang banyak dimengerti oleh umat Islam. Tak lupa beliau tuliskan tips-tips praktis agar mudah melaksanakan shalat Subuh.

Rp 53.000
Rp 42.400Rp 42.400
Shalatnya Berbeda-beda, Tapi Sama-sama Sah

Sudah jamak jika selama ini banyak orang yang belum paham tentang variasi dalam bacaan dan gerakan shalat. Tak ayal lagi jika kemudian mereka merasa shalatnya benar sendiri. Ujung-ujungnya, amalan atau bacaan yang sah dilakukan dianggap sebagai sesuatu yang dilarang. Bahkan, persepsi keliru tersebut dapat memicu pertikaian di kalangan umat Islam.

Padahal―asal ada tuntunannya―shalat boleh dilaksanakan dengan cara yang berbeda-beda. Tidak harus dengan satu cara. Tetapi justru ditekankan untuk dilakukan dengan bervariasi.

Buku Shalatnya Berbeda-beda Tapi Sama-Sama Sah ini hadir memberikan pencerahan dan ilmu baru. Poin demi poin tentang variasi dalam shalat diuraikan detail di sini, seperti:

• Apa saja tiga variasi yang sah dalam lafal azan?

• Apa saja sepuluh variasi bacaan iftitah yang sah?

• Apa saja lima variasi bacaan shalawat ketika  tahiyat?

• Bagaimana variasi duduk tasyahud yang sah?

• Bagaimana variasi menunjukkan jari dalam tasyahud?

 

Semua variasi mulai dari azan, iqamah, posisi tangan ketika takbir, posisi kaki ketika tasyahud akhir, hingga amalan-amalan sesudah shalat diuraikan lengkap di sini. Agar aman dipraktikkan, penulis juga memberikan panduan sebelum mengamalkan sehingga tidak dianggap aneh oleh masyarakat. Tak sabar ingin tahu? Tunggu apa lagi!

// // //